Mantan ART Buka Peluang Damai, Minta Hak Dikembalikan dari Erin

05 Jun 2026 • 02:19 iMedia

RITMIK.ID – Pengacara Deolipa Yumara resmi menjadi kuasa hukum baru bagi Herawati dan Nia dalam perkara yang melibatkan mereka dengan Erin Taulany. Ia menyebut, selain fokus membela klien, pihaknya juga membuka ruang untuk penyelesaian damai.

“Iya, kalau ada, kalau kita pengacara itu kan ada dua pekerjaan. Pekerjaan pembelaan klien, itu yang paling penting. Yang kedua adalah membuka ruang,” ujar Deolipa saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (4/6/2026).

Deolipa menilai persoalan yang tengah memanas ini pada dasarnya merupakan dinamika hubungan kerja yang kerap terjadi. Menurutnya, ada hambatan komunikasi yang membuat masalah kecil berkembang hingga masuk ke ranah hukum.

“Jadi di sini saya sampaikan, setelah saya mempelajari secara baik dokumen-dokumen yang ada, persoalan yang ada, walaupun sudah saling melapor di kepolisian, saya menganggap ini sebenarnya persoalan yang masih bisa diselesaikan secara baik,” katanya.

Kasus ini bermula saat Herawati melaporkan Erin Taulany ke Polres Metro Jakarta Selatan atas dugaan penganiayaan ringan. Di sisi lain, pihak Erin juga melayangkan laporan balik terkait dugaan pencemaran nama baik dan pelanggaran data pribadi.

Meski begitu, Deolipa menegaskan pihaknya tidak akan menyerang balik Erin melalui pernyataan yang menyudutkan. Ia justru ingin suasana menjadi lebih jernih agar publik tidak terus terjebak dalam penilaian sepihak.

“Saya tidak akan mendiskreditkan Bu Erin, karena saya rasa ini baru dalam posisi kesalahpahaman biasa,” ucapnya.

Pihak kuasa hukum pun akan mengupayakan restorative justice sebagai jalan keluar yang dinilai paling memungkinkan. Menurut Deolipa, penyelesaian secara kekeluargaan tetap bisa ditempuh selama kedua belah pihak bersedia mencapai kesepakatan.

Ia juga menyinggung peluang perdamaian yang masih terbuka, meski prosesnya kemungkinan memerlukan pembicaraan lebih lanjut di balik layar. “Apakah bisa terjadi restorative justice, apakah bisa terjadi perdamaian, apakah tidak. Kalau terjadi restorative justice atau perdamaian tentunya ada hal-hal khusus yang kemudian dilaksanakan di belakang layar,” jelasnya.

Di tengah upaya tersebut, pihak Herawati disebut ingin agar hak-haknya dikembalikan. Langkah damai pun kini menjadi salah satu opsi yang sedang diupayakan dalam perkara ini.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya