Kuasa Hukum Kim Soo Hyun Ungkap Sosok Informan Garosero Institute dalam Polemik Kim Sae Ron
RITMIK.ID – Pihak aktor Kim Soo Hyun tengah menempuh langkah hukum terhadap Kim Se Ui, pimpinan Garosero Institute, dalam kasus yang berkaitan dengan kontroversi bersama Kim Sae Ron. Gugatan yang diajukan disebut bernilai hingga puluhan miliar won.
Di tengah proses tersebut, muncul sorotan baru terkait sosok informan yang disebut menyerahkan rekaman audio hasil manipulasi AI. Rekaman itu menjadi salah satu bukti utama yang dipersoalkan dalam kasus ini.
Kuasa hukum Kim Soo Hyun, Ko Sang Rok, mengungkapkan dalam wawancara radio MBC pada 28 Oktober bahwa informan tersebut bukan sosok yang dapat dipercaya. Ia menyebut sang informan kerap membuat klaim-klaim tak masuk akal kepada orang-orang di sekitarnya.
Menurut Ko, informan itu pernah mengaku diserang oleh pembunuh bayaran yang dikirim Kim Soo Hyun, hingga menyatakan pernah dihibur langsung oleh aktor Won Bin setelah peristiwa tersebut. Klaim-klaim itu dinilai penuh dengan teori konspirasi yang tidak berdasar.
Keraguan terhadap kredibilitas informan juga terlihat dari file audio yang diserahkan. Ko mengatakan ada beberapa versi rekaman yang disebarkan secara bersamaan, namun alur percakapannya tidak sesuai dan mengandung banyak kekeliruan.
Selain itu, pihak informan disebut menghilang tanpa menyerahkan file asli kepada penyidik, yang seharusnya dapat digunakan untuk memeriksa apakah rekaman tersebut telah dimanipulasi. Berdasarkan keterangan dan temuan yang ada, aparat disebut menilai rekaman yang dibawa pihak Kim Se Ui sangat mungkin telah dimanipulasi menggunakan teknologi AI.
Di sisi lain, pihak Kim Soo Hyun menyampaikan bahwa dampak kerugian dari kasus ini jauh lebih besar dari perkiraan awal. Ko mengatakan mereka sudah lebih dulu mengajukan gugatan ganti rugi sebesar 12 miliar won, namun perhitungan terbaru menunjukkan angka kerugian ekonomi yang lebih tinggi.
“Kami sudah mengajukan gugatan ganti rugi sebesar 12 miliar won segera setelah insiden ini,” ujar Ko. Ia menambahkan bahwa nilai kerugian yang dihitung ulang kini mencapai sekitar 30 miliar won, dan jumlah tuntutan dapat dinaikkan jika diperlukan.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
