Pernyataan Presiden Ticketmaster Soal Sistem Antrean Picu Sorotan Baru dalam Gugatan Kelas

RITMIK.ID – Ticketmaster kembali menjadi sorotan setelah pernyataan Presiden Ticketmaster, Saumil Mehta, memicu pertanyaan baru soal sistem antrean pembelian tiket yang selama ini dianggap acak.

Ticketmaster dikenal sebagai salah satu perusahaan penjualan dan distribusi tiket terbesar di dunia. Layanan ini menangani hampir seluruh penjualan tiket untuk sejumlah artis besar serta terhubung dengan berbagai venue. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan itu kerap terseret persoalan hukum, termasuk kritik atas biaya tiket konser yang dinilai memberatkan penggemar.

Belakangan, Ticketmaster juga menghadapi gugatan class action terkait biaya di situs mereka. Di tengah polemik itu, muncul lagi keluhan dari penggemar mengenai pengalaman membeli tiket, khususnya soal sistem antrean saat penjualan dibuka.

Biasanya, saat tiket sebuah acara mulai dijual, halaman acara akan menampilkan waktu pembukaan penjualan. Sekitar 10 hingga 15 menit sebelumnya, calon pembeli dapat masuk ke “waiting room” sebelum diarahkan ke antrean daring ketika penjualan dimulai. Banyak situs tiket lain, termasuk AXS, menyebut antrean mereka bersifat acak dan bertujuan memberi kesempatan yang adil bagi penggemar.

Namun, pada 13 Mei, Saumil Mehta menanggapi pertanyaan seorang pembeli tiket di X mengenai sistem antrean tersebut. Dalam jawabannya, ia menyatakan bahwa Ticketmaster tidak memiliki dokumen yang menyebut posisi antrean bersifat acak. Ia juga mengatakan tidak pernah menyampaikan hal itu sebelumnya dan tidak menemukan keterangan tersebut di materi bantuan internal perusahaan.

Pernyataan itu memicu reaksi luas dari warganet, terutama penggemar yang selama ini meyakini antrean tiket dibuat secara acak. Banyak yang kemudian mempertanyakan bagaimana posisi antrean ditentukan dan apakah sistem tersebut memberikan keuntungan bagi akun tertentu, termasuk reseller atau bot.

Unggahan Mehta tersebut dinilai menambah tekanan terhadap Ticketmaster, yang selama ini sudah berada di bawah pengawasan publik akibat isu biaya tiket, bot, dan praktik penjualan yang dianggap tidak transparan. Kini, perdebatan soal sistem antrean diperkirakan akan ikut memperpanjang kritik terhadap perusahaan itu.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya