Ahmad Dhani Soroti Perselingkuhan di Media Sosial

Ritmik.ID – Media sosial kembali riuh dengan pernyataan kontroversial dari Ahmad Dhani, anggota DPR dan musisi ternama. Lewat unggahannya di Instagram, Dhani menuding adanya dugaan perselingkuhan yang melibatkan seorang wanita dan pemilik stasiun televisi swasta.

Dalam postingan tersebut, Dhani menceritakan momen emosional putrinya, Shafeea, yang meneteskan air mata saat menyaksikan sebuah tayangan siraman. Melihat kesedihan anaknya, Dhani merasa perlu memberikan penjelasan yang disebutnya sebagai fakta yang perlu disampaikan.

“Apa yang kamu lihat barusan adalah peran yang sangat buruk dari wanita yang sepertinya perlu menjalani pemeriksaan mental,” tulis Dhani pada Kamis (30/4/2026).

Namun, pernyataan itu tidak berhenti di situ. Dhani kemudian melontarkan tudingan yang lebih berat, mengklaim bahwa wanita yang dimaksud telah ditalak tiga oleh suaminya akibat perselingkuhan dengan sang pemilik TV. Menurut Dhani, pengakuan tersebut bahkan telah dituangkan dalam bentuk tulisan dan ditandatangani.

Dia merasa bahwa narasi yang beredar di publik sangat jauh berbeda dengan kenyataan yang terjadi. Dhani menuding ada upaya membentuk opini melalui tayangan infotainment selama bertahun-tahun.

“Selama 20 tahun, beberapa narasi yang salah terus dipelihara oleh program-program infotainment, termasuk tuduhan terhadap suami wanita tersebut dan drama kekerasan dalam rumah tangga yang diduga fiktif,” ujarnya.

Dhani juga menyinggung keterlibatan pihak-pihak tertentu dalam menyebarkan narasi ini, bahkan mencatat nama rumah produksi infotainment yang dituduh berkolusi dengan pemilik TV swasta dalam konteks perselingkuhan.

Lebih lanjut, Dhani menarik perhatian pada fakta-fakta hukum yang menunjukkan bahwa fakta persidangan berbeda dari opini di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa Mahkamah Agung hanya mengabulkan permohonan cerai, tetapi tidak menerima gugatan lain mengenai hak asuh anak.

“Hakim Mahkamah Agung kami bukan penggemar sinetron atau drama Korea,” sindir Dhani, menegaskan pernyataannya.

Pernyataan yang semakin memanas ini ditutup dengan tantangan bagi publik untuk mencari tahu siapa pemilik TV swasta yang dimaksud. Dhani juga menyebutkan tentang adanya ‘blacklist’ yang kemungkinan besar diterapkan pada wanita tersebut di beberapa stasiun televisi, menambahkan bahwa istri pemilik TV itu sebenarnya mengetahui siapa pelakor sesungguhnya.

Di akhir, Dhani menggarisbawahi bahwa momen siraman seharusnya menjadi kesempatan untuk mempererat silaturahmi, bukannya menjadi ajang drama untuk menarik simpati publik.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya