Felicia dan Queen Raih Standing Ovation dari Seluruh Juri di The Icon Indonesia
Persaingan di ajang The Icon Indonesia semakin memanas dari pekan ke pekan. Pada babak The Duel Top 16, para kontestan tampil habis-habisan untuk memperebutkan tempat ke fase berikutnya.
Babak ini dimulai pada Senin, 27 April 2026, dengan penampilan Grup A yang diisi Aisyah (Jakarta), Alvian (Sumba), Elsa (Mamasa), Felirenza (Bandung), Kayla (Malang), Sheera (Bali), Sulthan (Purworejo), dan Vedra (Batam). Persaingan kemudian berlanjut pada Selasa, 28 April 2026, lewat Grup B yang mempertemukan Diva (Semarang) dengan Silvia (Bandung), Gerald (Ambon) melawan Radit (Bandung), Felicia (Tangerang) kontra Queen (Ambon), serta Fia (Makassar) berhadapan dengan Glenn (Deli Serdang).
Isyana Sarasvati mengaku puas dengan perkembangan para peserta. “Aku puas banget dengan penampilan kalian malam ini karena kalian bisa menunjukkan bahwa kalian bisa bereksplorasi dalam pertunjukan kalian,” ujarnya.
Salah satu penampilan yang paling mencuri perhatian datang dari Aisyah dan Elsa. Keduanya berhasil meraih tiga standing ovation dari Isyana Sarasvati, Uan Kaisar, dan Ahmad Dhani setelah membawakan lagu Cinta. Ahmad Dhani menilai penampilan itu nyaris sempurna karena seluruh elemen tampil selaras, mulai dari aransemen hingga vokal.
Isyana juga menilai Elsa menunjukkan perkembangan yang signifikan dibandingkan minggu-minggu sebelumnya.
Pasangan Alvian dan Sulthan tampil membawakan Menghujam Jantungku milik Tompi. Keduanya mendapat pujian dari Uan Kaisar saat melakukan scat singing. Isyana menilai mereka tampil lebih rileks dan cepat beradaptasi di panggung. Namun, Ahmad Dhani memberikan penilaian berbeda dan menyebut penampilan mereka cenderung membosankan.
Selain duel utama, para peserta juga mendapat kesempatan tampil dalam sesi solo medley. Penampilan ini menjadi ruang bagi mereka untuk menunjukkan karakter dan kemampuan masing-masing. Isyana menilai stamina para peserta tetap terjaga meski mereka harus tampil dua kali dalam satu malam.
Pada sesi solo medley berikutnya, Sulthan, Felirenza, Sheera, dan Elsa juga mendapat apresiasi. Adrian Khalif mengaku senang karena para peserta akhirnya bisa menunjukkan warna vokal mereka secara lebih leluasa. Meski begitu, Ahmad Dhani menilai penampilan solo mereka belum sepenuhnya memperlihatkan karakter yang kuat.
Di Grup B, panggung semakin spesial dengan kehadiran bintang tamu internasional Sienna Spiro, yang membawakan lagu Die On This Hill dan singel terbarunya The Visitor.
Pembuka malam itu adalah duel Diva dan Silvia lewat lagu Harus Bahagia milik Yura Yunita. Penampilan mereka mendapat dua standing ovation dari Titi DJ dan Ardhito Pramono. Silvia juga mendapat saran dari Ardhito untuk mempelajari teknik micing.
Penampilan yang paling mencuri perhatian datang dari Felicia dan Queen saat membawakan Tak Ingin Usai yang dipopulerkan Keisya Levronka. Keduanya berhasil meraih standing ovation dari seluruh juri. Titi DJ memuji kekompakan mereka, sementara Ahmad Dhani menilai Felicia dan Queen memiliki potensi besar untuk melaju jauh di kompetisi ini.
Duel lainnya antara Fia dan Glenn serta Gerald dan Radit juga tak kalah menarik. Sama seperti Grup A, peserta di Grup B turut menampilkan solo medley yang mendapat pujian dari para juri.
Usai seluruh penampilan, tiga peserta dari Grup A masuk zona merah, yakni Kayla, Sulthan, dan Felirenza. Para juri akhirnya sepakat menyelamatkan Felirenza dan Kayla. Sementara itu, dari Grup B, Radit dan Fia berada di zona merah. Juri memilih Fia untuk tetap melaju, sehingga Sulthan dan Radit harus terhenti di panggung The Icon Indonesia.
Babak The Final Top 14 akan digelar pekan depan. Mulai fase ini, Virtual Gift akan diberlakukan untuk membantu menyelamatkan peserta yang berada di zona merah. SCTV akan menayangkan The Icon Indonesia – The Duel Top 14 Grup A pada Senin, 4 Mei 2026, pukul 21.15 WIB.
The Icon Indonesia, Your Voice, Your Icon.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
