Kasus Hilangnya Bocah 11 Tahun di Kyoto Memasuki Babak Baru, Ayah Tiri Diduga Mengaku Membunuh

RITMIK.ID – Kasus hilangnya Adachi Yuki, bocah laki-laki berusia 11 tahun di Kyoto, Jepang, memasuki perkembangan baru yang mengejutkan. Setelah sempat dinyatakan hilang selama berminggu-minggu, jasad Yuki ditemukan di area hutan sekitar 3 kilometer dari Sekolah Dasar Sonobe.

Yuki dilaporkan menghilang pada pagi 23 Maret setelah diantar ayah tirinya ke sekolah. Pencarian kemudian dilakukan oleh kepolisian setempat hingga akhirnya jasad korban ditemukan pada 13 April, atau 21 hari setelah ia dinyatakan hilang.

Menurut polisi, di lokasi terpisah sekitar 6 kilometer dari tempat ditemukannya jasad, juga ditemukan sepasang sepatu hitam yang diduga milik Yuki serta tas sekolahnya. Saat ditemukan, korban masih mengenakan pakaian yang sama seperti saat terakhir terlihat hidup.

Polisi menyebut tidak ada luka luar yang jelas pada tubuh korban, seperti luka tusuk, dan pakaian yang dikenakan juga tidak tampak rusak. Hingga kini, penyebab kematian Yuki masih dalam penyelidikan.

Setelah jasad ditemukan, Kepolisian Prefektur Kyoto memeriksa sejumlah anggota keluarga serta menggeledah rumah dan properti tempat Yuki tinggal bersama keluarganya di Nantan, Prefektur Kyoto. Berdasarkan hasil pemeriksaan rekaman, polisi kemudian menangkap Adachi, ayah tiri Yuki, atas dugaan menelantarkan jasad anaknya.

Sumber investigasi menyebut Adachi kini telah mengakui telah membunuh putranya. Ia juga disebut memindahkan jasad Yuki beberapa kali selama pencarian berlangsung untuk menghindari deteksi polisi.

Adachi kini telah diserahkan ke jaksa penuntut umum, sementara penyelidikan terkait motif dan penyebab kematian korban masih berlanjut.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya