Fan Ungkap Cara Kerja Sasaeng di Dunia K-Pop, Sebut Idol Dipandang Sebagai “Sumber Daya”
RITMIK.ID – Seorang penggemar K-Pop membagikan pengalaman yang dinilainya membuka mata soal cara kerja sasaeng, sebutan bagi penggemar obsesif yang kerap melanggar batas privasi idol.
Dalam sebuah unggahan di Reddit, penggemar tersebut mengaku awalnya hanya menjalani pengalaman sebagai fans biasa. Namun, setelah pindah ke China dan bertemu sesama penggemar, ia masuk ke dalam grup obrolan yang ternyata memiliki struktur sangat terorganisir.
Menurut pengakuannya, grup tersebut memiliki hierarki dengan beberapa anggota yang berperan sebagai pemimpin. Di dalamnya, mereka membahas pengumpulan dana untuk memperoleh informasi yang dianggap penting, seperti detail penerbangan, hotel, jadwal, hingga informasi lain yang tidak dipublikasikan.
Ia juga menyebut ada penggalangan dana untuk mengirim salah satu anggota ke lokasi yang disebut sebagai “camp”, yakni kegiatan memantau idol di sekitar asrama, hotel, atau bandara.
Lebih jauh, ia menggambarkan kelompok itu seperti sebuah “korporasi” dengan jaringan di berbagai kota besar. Para pemimpin di tingkat bawah disebut memiliki saluran komunikasi dengan pihak yang lebih tinggi dalam struktur tersebut.
Saat grup idola ENHYPEN mengumumkan comeback, menurut pengakuannya, para pemimpin memiliki target jumlah album yang harus dibeli. Album tersebut kemudian diborong melalui berbagai cara, dan anggota yang sudah membeli dalam jumlah tertentu dianggap lebih berguna bagi kelompok.
Ia juga mengungkap bahwa akun-akun tertentu digunakan untuk membeli banyak album demi meningkatkan peluang masuk fansign. Selain itu, kelompok itu disebut membeli tiket dalam jumlah besar untuk dijual kembali kepada penawar tertinggi di dalam grup.
Bagian yang paling membekas baginya adalah bagaimana idol diperlakukan bukan sebagai manusia, melainkan sebagai objek atau sumber daya. Menurut dia, ketika sisi kemanusiaan idol dihapus, tindakan kelompok tersebut seolah terasa “masuk akal” bagi mereka.
Unggahan itu kemudian menyebar luas dan memicu beragam reaksi dari warganet. Banyak yang mengaku khawatir dengan sistem yang begitu terorganisir dan menganggap praktik sasaeng sebagai tindakan yang mengerikan serta invasif.
Meski kemudian dirinya dikeluarkan dari grup tersebut, pengakuan itu menambah sorotan terhadap sisi gelap budaya fanatisme yang selama ini kerap membayangi industri K-Pop.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
